Capaian Kinerja Triwulan Kejaksaan Tala di Tahun 2021, seperti ini hasilnya

Sabtu, 06 Maret 2021 | 05:22
Keberhasilan menjalankan tugas sebagai salah satu penegak hukum di wilayah Tanah Laut tidak terlepas dari kerjasama semua pihak baik internal maupun eksternal, hal ini seperti dipaparkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Ramadhani, SH. MH didampingi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanah Laut Mahardhika Prima Wijaya Rosady, SH, di Aula Kejaksaan. Jumat siang (05/03/2021). capaian kinerja Kejaksaan sejak bulan Januari tahun 2021 sampai dengan bulan Maret 2021.
"Hal ini dilakukan sebagai bagian dari action atau kegiatan saya selaku kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut yang baru saja diberikan amanah untuk memimpin lembaga Kejaksaan Negeri Tanah Laut," kata Ramadani di depan Wartawan,
salah satu bentuk transparansi keterbukaan Informasi publik untuk mewujudkan citra positif Kejaksaan dan meningkatkan kepercayaan publik Kejaksaan Negeri Tanah Laut telah mencanangkan wilayah zona integritas bebas korupsi (WBK) ramadani tambahkan, secara selektif sudah dapat disampaikan kepada masyarakat sebagaimana moto Kejaksaan Negeri Tanah Laut, yang saat ini yaitu santun dalam melayani tegas dalam kewenangan dalam pelaksanaannya.
"Kami menyampaikan capaian kinerja dari masing-masing bidang baik bidang perdata dan tata usaha negara bidang intelijen bidang pengelolaan barang rampasan dan barang bukti bidang tindak pidana umum dan bidang tidak pidana khusus," ucapnya
Berikut capaian kinerja Kejaksaan Negeri Tanah Laut.

Bidang perdata dan tata usaha negara tugas dan fungsinya sebagai pengacara Negara mewakili dan mendampingi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Dengan terbitnya surat kuasa khusus sebanyak 37 surat kuasa non litigasi dan nonlitigasi sebanyak 21 Surat Kuasa Khusus (SKK). Kejaksaan Negeri Tanah Laut telah menyelesaikan pendampingan hukum pada kegiatan sarana dan prasarana penangkapan ikan yang bersumber dari dana DAK tahun 2020 pada dinas ketahanan pangan dan perikanan Kabupaten Tanah Laut.

Bidang intelijen Kejaksaan Negeri Tanah Laut, melakukan penyuluhan hukum dan penerangan hukum serta kegiatan justisia. Bidang ini telah mengeluarkan inovasi dalam masa pandemi covid -19 yaitu Jeddar (Jaksa edukasi dalam jaringan) Kemudian jetset (Jaksa edukasi masyarakat setempat) pengaduan indikasi korupsi dan aplikasi pengaduan indikasi korupsi yang telah dirasakan oleh warga masyarakat dan terbukti dengan telah melaksanakannya Jeddar JMS. Sukses dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kemudian kegiatan Jaksa menyapa yaitu pada tahun 2021 ini sampai dengan hari ini bulan Maret seksi intelijen Kejaksaan Negeri Tanah Laut telah melaksanakan kegiatan Jaksa menyapa dengan nama program acara yaitu Kejaksaan ngobrol di radio atau disingkat kejora.

Seksi pengelolaan barang bukti dan barang rampasan Kejaksaan Negeri Tanah Laut. Dari 83 perkara terdiri dari 80 perkara berupa narkotika jenis sabu dengan jumlah berat yaitu lebih kurang 460 gram dan sisa pemusnahan di Polres Tanah Laut dan sisanya 10 gram. Pembuktian perkara di pengadilan negeri Tanah Laut selanjutnya 1 perkara tindak pidana kesehatan berupa kosmetik berbagai merek dengan jumlah 123 jenis dan 2 perkara tindak pidana uang palsu jumlah uang masuknya sebesar Rp 300.000 dan jumlah uang senilai 14 juta Rp 300.000 dan berbagai senjata tajam.

Seksi tindak pidana umum, data. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), untuk perkara keamanan negara dan tidak punya umum lainnya sebanyak 8 perkara dan perkara orang dan harta benda yaitu sebanyak 20 perkara. Perkara narkotika ini ada 16 perkara dan total surat SPDP sebanyak 44 perkara yaitu periode Januari sampai dengan Maret 2021.

Bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri tanah laut, yaitu ada 2 perkara yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Tanah Laut, Dakwaan kepada para terdakwa yaitu dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Anggaran Belanja Desa APBDes, terkait pekerjaan Jalan Desa RT 05 RT 06 RT 12 RT 13 di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Dengan nilai pekerjaan sebesar 731 juta 951.815 ribu. Dugaan Korupsi, atas penyalahgunaan anggaran pendapatan belanja Desa Ambawang, Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut tahun 2017. Selaku kepala desa Ambawang tahun 2017. Dari dakwaan telah ditemukan kerugian negara kurang lebih Rp 575 juta 73.324 ribu. Kemudian perkara Tipikor berikutnya yaitu dengan sumber penanganan perkara dari penyidik POLRI Polres Tanah Laut, yaitu penanganan perkara dalam tahap pra penuntutan masih belum P-21. Ada satu perkara atas nama tersangka Kepala Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari tahun 2016 sampai dengan 2017. Kasus posisinya adalah dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan desa yang bersumber dari APBD pada Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Tahun anggaran 2016 sampai dengan 2017. Yang intinya ada terjadi perbuatan tindak pidana korupsi dalam membuat pertanggung jawaban APBDes tidak sesuai dengan keadaan keuangan yang sebenarnya. Ditemukan kerugian negara sebesar Rp 462 juta 809.297 rupiah.

Top