IPDA May Felly Manurung Kapolsek Pelaihari: Kami akan tindak tegas Premanisme

Rabu, 22 September 2021 | 17:42
Mahyudin korban aksi premanisme yang mengakibatkan dirinya terluka di jari manis tangan sebelah kanan akibat menangkap parang yang ditebaskan RS kepada dirinya. yang Kejadian naas itu terjadi sekitar pukul 11. 30 Wita, pada hari Senin (20/9/2021) siang di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Mahyudin warga Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang bekerja di sebuah perusahaan tambang bijih besi menceritakan secara jelas kepada awak media bahwa bahwa saat itu ia sedang jaga loading point batu bijih besi tiba tiba ada seorang laki laki bersepeda motor dengan membawa senjata tajam jenis parang menanyakan masalah jalan. Mahyudin mengira ini orang baik baik, dirinya pun menjelaskan sambil mengantarkan dengan jalan kaki “Kalau jalan ini tidak tembus, kamu saya bunuh” tiru mahyudin, bahkan handphone milik dirinya ikut di ambil RS. Karena RS mengambil handphone dirinya sambil menebaskan parang, mahyudin pun merasa dirinya terancam dengan spontanitas melakukan perlawanan, alhasil akibat perlawanan tersebut mahyudin mengalami luka robek di jari manis tangan kanan. IPDA May Felly Manurung Kapolsek Pelaihari menceritakan kronologis kejadian kepada jurnalis talanews.co.id bahwa telah terjadi aksi premanisme disertai kekerasan, dimana pelaku menggunakan senjata tajam dan merampas handphone milik korban selanjutnya terjadi perkelahian dan melukai korban, namun sempat dilihat warga dan segera dilaporkan ke polisi, secara cepat Polsek Pelaihari langsung mengamankan pelaku ditempat kejadian perkara. “Pelaku inisial RS merampas handphone milik korban sehingga korban mengalami luka di telapak tangan kanan tepatnya di jari manisnya, karena berusaha merebut senjata tajam tersebut,”ucapnya. Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku dibawah pengaruh obat obatan keras seperti seledryl. Ini lah yang mengakibatkan , terjadinya tindakan premanisme.

“Kami Polsek Pelaihari tidak toleransi terhadap tindakkan tindakkan premanisme apa lagi yang disertai dengan sajam, kita akan proses secara hukum,” Tegas Kapolsek Pelaihari.

Pelaku dikenakan pasal 365 ayat 1 KUHP, yaitu pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.
Top