Gakkumdu gelar Rakor di Mapolres Tala.

Selasa, 13 Maret 2018 | 14:04
MEMIMPIN - Kabagops Polres Tala Kompol Fauzan Arianto, saat memimpin Rakor Gakkumdu
PELAIHARI - Polres Tanah Laut (Tala) menggelar rapat koordinasi sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tala dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tala dalam rangka menyambut Pilkada Tala tahun 2018 di Aula Satria Brata Mapolres Tala pada selasa (13/3). Rapat tersebut dihadiri oleh, Kabagops Kompol Fauzan Arianto, Ketua KPU Tala Khamaruzzaman, Ketua Panwaslu Tala Marsudi, Dandim 1009 / Pelaihari Letkol Inf Bagus Budi Adrianto, Kasatreskrim Polres Tala AKP Agus Rusdi, Kasat Intelkam Polres Tala AKP Teguh Siswoyo, Kapolsek seluruh Kabupaten Tala, Panwascam seluruh Kabupaten Tala, perwakilan dari Kejari Tala, Tim Pemenangan Paslon, Perwakilan Parpol dan Kasubbid 1 Krimimal Umum Polda Kalsel AKBP Frans Tanau yang juga menjadi menjadi pengisi materi dalam rapat koordinasi tersebut. Usai pemberian materi, para peserta rapat koordinasi Gakkumdu juga melakukan sesi tanya jawab seputar Pilkada. Dalam rapat tersebut ada beberapa poin penting yang menjadi pembahasan utama, diantaranya adalah pentingnya sinergitas antara Kepolisian, Kejaksaan dan Panwaslu dalam menangani pelanggaran dalam Pilkada Tala, tata cara pelaporan pelanggaran Pilkada, Maraknya politik uang, kampanye hitam, penjelasan mengenai pelanggaran kampanye menggunakan Sosial Media (Sosmed). Dalam wawancaranya Kasubbid 1 Krimimal Umum Polda Kalsel AKBP Frans Tanau kepada Talanews.co.id mengungkapkan saat ini banyak pihak yang melaporkan pelanggaran Pilkada namun tidak tahu peraturan secara pasti, sehingga menimbulkan miss komunikasi. Ia menambahkan bahwa masyarakat harus tahu aturan dulu baru bisa melaporkan jangan asal melaporkan. "Misalnya tadi ada pengrusakan alat peraga kampanye tapi laporan diterima cuma lewat telpon, padahal Panwaslu memiliki formulir pelaporan yang resmi untuk melaporkan pelanggaran, idealnya adalah kita melapor, membawa saksi dan alat bukti. Karena jika kekurangan alat bukti tidak bisa kita tindak lanjuti" pungkasnya. (AAN)
Top