Pj. SEKDA TALA IKUTI RAKOR TPID

Sabtu, 23 November 2019 | 21:31
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Laut (Tala) mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ) tingkat Provinsi Kalsel tahun 2019, di Banjabaru, Senin (18/11). Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor diikuti oleh Kepala Perwakilan BI, bupati/walikota dan anggota TPID se-Kalsel dan instansi lintas sektor.   Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengajak semua pemangku kepentingan untuk memantapkan koordinasi guna menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, inflasi yang terjaga stabil mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin tersebut juga mengatakan bahwa  sinergitas antarinstansi dan tim pengendali inflasi baik tingkat provinsi, kabupaten/kota menjadi pondasi utama pengendalian inflasi. Ia juga mengatakan, kabupaten/kota menjadi pilar utama dalam mengendalikan inflasi di daerah. “Saya mengajak bupati/wali kota dan semua pihak untuk bersama menjaga stabilitas inflasi tersebut. Untuk itu dibutuhkan sinergitas dan keselarasan kita semua dalam mengendalikan,” ujarnya. Selain itu, Paman Birin sapaan.akrabnya juga mengingatkan pentingnya menjaga distribusi dan restribusi petani di daerahnya. Karena itu yang penting dalam menjaga keseimbangan inflasi di Kalsel. “Penting juga saya sampaikan semua pemangku kepentingan kami untuk menjaga serta memperhatikan tingkat kenaikan harga barang di setiap daerahnya. Karena hal tersebut berpengaruh kepada tingkat inflasi." Dikatakan Paman Birin pengendalian inflasi ini sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. Semakin stabil tingkat inflasi, maka semakin sejahtera pula masyarakat khususnya di Kalsel. Gubernur kelahiran 12 November 1967 ini.menambahkan kebijakan pemerintah terkait permindahan ibu kota negara juga penting untuk disikapi dengan regulasi konkret. "Salah satunya kesiapan Kalsel menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional. Di sini peran TPID semua tingkatan sangat strategis," paparya. Sahbirin Noor optimis TPID Kalsel dapat mengatasi inflasi yang saat ini terjadi. Sektor pertanian, peternakan, perkebunan mampu menciptakan ketahanan pangan yang kuat. Ini karena potensi sumber daya alam yang bisa diperbaharui dengan inovasi dan kerja keras. Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Perwakilan Kalsel, Herawanto, menyampaikan terdapat dua Kabupaten dan Kota yang menjadi penyumbang inflasi tertingg di Banua. Daerah tersebut Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tabalong. “Terkait kondisi ini TPID dapat melakukan pengendalian inflasi dengan memperhatikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif,” urai Herawanto. Berdasarakan data Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalsel inflasi di Kalsel meningkat selama setahun sebesar 4,11% dan telah mencapai batas maksimal inflasi di daerah. Rapat Koordinasi TPID se-Kalsel semester II terungkap beberapa penyumbang inflasi di Kalsel, yaitu beras, ikan kembung, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan bakar, cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit dengan frekuensi sejak Januari 2019 sampai Oktober 2019.    Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Laut (Tala) mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ) tingkat Provinsi Kalsel tahun 2019, di Banjabaru, Senin (18/11). Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor diikuti oleh Kepala Perwakilan BI, bupati/walikota dan anggota TPID se-Kalsel dan instansi lintas sektor.   Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengajak semua pemangku kepentingan untuk memantapkan koordinasi guna menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, inflasi yang terjaga stabil mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin tersebut juga mengatakan bahwa  sinergitas antarinstansi dan tim pengendali inflasi baik tingkat provinsi, kabupaten/kota menjadi pondasi utama pengendalian inflasi. Ia juga mengatakan, kabupaten/kota menjadi pilar utama dalam mengendalikan inflasi di daerah. “Saya mengajak bupati/wali kota dan semua pihak untuk bersama menjaga stabilitas inflasi tersebut. Untuk itu dibutuhkan sinergitas dan keselarasan kita semua dalam mengendalikan,” ujarnya. Selain itu, Paman Birin sapaan.akrabnya juga mengingatkan pentingnya menjaga distribusi dan restribusi petani di daerahnya. Karena itu yang penting dalam menjaga keseimbangan inflasi di Kalsel. “Penting juga saya sampaikan semua pemangku kepentingan kami untuk menjaga serta memperhatikan tingkat kenaikan harga barang di setiap daerahnya. Karena hal tersebut berpengaruh kepada tingkat inflasi." Dikatakan Paman Birin pengendalian inflasi ini sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. Semakin stabil tingkat inflasi, maka semakin sejahtera pula masyarakat khususnya di Kalsel. Gubernur kelahiran 12 November 1967 ini.menambahkan kebijakan pemerintah terkait permindahan ibu kota negara juga penting untuk disikapi dengan regulasi konkret. "Salah satunya kesiapan Kalsel menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional. Di sini peran TPID semua tingkatan sangat strategis," paparya. Sahbirin Noor optimis TPID Kalsel dapat mengatasi inflasi yang saat ini terjadi. Sektor pertanian, peternakan, perkebunan mampu menciptakan ketahanan pangan yang kuat. Ini karena potensi sumber daya alam yang bisa diperbaharui dengan inovasi dan kerja keras. Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Perwakilan Kalsel, Herawanto, menyampaikan terdapat dua Kabupaten dan Kota yang menjadi penyumbang inflasi tertingg di Banua. Daerah tersebut Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tabalong. “Terkait kondisi ini TPID dapat melakukan pengendalian inflasi dengan memperhatikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif,” urai Herawanto. Berdasarakan data Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalsel inflasi di Kalsel meningkat selama setahun sebesar 4,11% dan telah mencapai batas maksimal inflasi di daerah. Rapat Koordinasi TPID se-Kalsel semester II terungkap beberapa penyumbang inflasi di Kalsel, yaitu beras, ikan kembung, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan bakar, cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit dengan frekuensi sejak Januari 2019 sampai Oktober 2019.  
Top