INILAH HASIL KERJA BNN KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2019

Rabu, 04 Desember 2019 | 03:09
Selama kurun waktu satu tahun bekerja untuk pencegahan dan pemberantasan Narkotika dan Obat terlarang lainnya di wilayah Kabupaten Tanah Laut , Badan Nasional Narkotika Kabupaten Tanah Laut,Rabu (04/12) menggelar ekspose di hadapan awak media di stand Expo 2019 di halaman Pertasi Kencana Pelaihari. Kepala BNNK Tala M. Faisal Sidiq didampingi juga Kasi Rehabilitasi BNN Kab. Tanah Laut, Budhy Setya Nugraha, S.Sos. sebuah bentuk tanggung jawab selaku instansi pemerintah, dan yang diberikan anggaran dari pemerintah, maka hasil kinerja selama satu tahun wajib disampaikan Sesuai dengan pidato presiden Joko Widodo tanggal 16 agustus 2017 lalu yang menyebutkan Indonesia darurat narkoba, maka pidato tersebut jelas di tunjang data. Diakui narkoba saat sekarang sudah merambah sampai ke desa-desa terpencil.data terakhir tahun 2017 hasil kajian Universitas Indonesia (UI) dan BNN, secara nasional berada di angka 1,17 persen, justru di Kalsel lebih dari nasional yakni 1,97 persen. Kenapa Kalimantan Selatan lebih tinggi, salah satunya pengguna carnophen atau zenith. Tahun 2018 sudah berkurang karena ada peraturan baru, zenit masuk dalam kategori narkotika golongan 1. "Narkoba di telisik ternyata di dalamnya ada urusan bisnis dan urusan dapur, karena keuntungan yang besar. Contoh sabu seberat 1 gram di Indonesia seharga Rp 1,5 juta, sehingga bisa dikatakan sebagai bisnis turun temurun,"terangnya. Pada BNNK Tala sendiri kini ada 20 orang relawan yang dibentuk. Sidiq memaparkan, jumlah klien rehabilitasi di klinik Pratama BNN Tala berdasarkan jenis pekerjaan dan keadaan per 30 November 2019, pelajar sebanyak 24 orang (79,59 persen), ASN 2 orang (5,88 persen), Polisi 1 orang (2,94 persen), Swasta 3 orang (8,82 persen) dan tidak bekerja 1 orang (2,94 persen). Melihat pada pelajar yang tinggi BNN terus jemput bola melakukan sosialisasi tentang narkoba. Sementara untuk jenis narkoba yang dikonsumsi klien rehabilitasi di klinik Pratama BNN Tala yakni jenis ekstasi, sabu-sabu, carnophen (Zenith), Dextromethorphan (Buaya Kuning), alkohol, nikotin, serta lem. Dilaporkan pula pada desa-desa tindak pidana narkoba di Kabupaten Tanah Laut yakni Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati, Desa Handil Babirik Kecamatan Bumi Makmur, Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau, Desa Tabanio Kecamatan Takisung, Desa Batakan Kecamatan Panyipatan, Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar, Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong, Desa Pandansari Kecamatan Kintap, Desa Tanjung Kecamatan Bajuin dan Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari. Pada jumlah tindak pidana narkoba 3 tahun terakhir dari 159 kasus tahun 2017,tahun 2018 sebanyak 101 kasus, tahun 2019 naik jadi 112 kasus, dan untuk barang bukti narkoba dari tahun 2018 sampai 2019 yakni extasi 76 butir, sabu 479,53 gram, dan daftar G 995 butir. "Klinik Napza di beberapa Puskesmas sebagai perpanjangan tangan BNN di wilayah kecamatan. Dan yang perlu ditekankan banyak salah persepsi tentang rehabilitasi akan ditangkap,tapi justru BNN melindungi korban dari penyalahgunaan narkoba,"tutup Sidiq.
Top