TALA AKAN TERIMA 125 MILYAR DANA PENANGANAN COVID 19

Sabtu, 30 Mei 2020 | 06:50
Guna meningkatkan keterpaduan anggaran antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan dengan Pemerintah  Kabupaten / Kota se-Kalsel,  Pemprov Kalsel mengadakan rapat pembahasan anggaran untuk penanggulangan Covid-19, yang digelar di Gedung Idham Chalid, Komplek Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru pada Rabu (27/5).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel, yang juga dihadiri oleh seluruh Sekda  Kabupaten / Kota se-Kalsel, para Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten / Kota se-Kalsel dan para Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten / Kota se-Kalsel.

Sekda Tanah Laut (Tala) Dahnial Kifli dalam pemaparannya pada rapat tersebut mengungkapkan bahwa Pemkab Tala akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 125 miliar yang akan dikonsultasikan ke Pemprov Kalsel. 

"Kami sudah melakukan rasionalisasi, kami termasuk di enam kabupaten /kota yang tidak ditunda Dana Alokasi Umum (DAU) tahun depan, karena  refocusing kita untuk Covid-19 sudah kita lakukan dengan baik" ucap Dahnial.

Menurutnya Pemkab Tala telah menggelontorkan dana sekitar Rp 250 Miliar yang dibagi untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 75 miliar, Rp 100 miliar jaring pengamanan sosial dan Rp 75 miliar untuk pemulihan ekonomi.

Lebih lanjut ia menambahkan 14.000 alat rapid test akan digunakan untuk masing-masing zona, seperti kerumunan di pasar, Aparatur Sipil Negara yang pulang pergi dan juga seperti kluster gowa, kluster antasari serta orang yang pulang dari pondok pesantren.

Tala sendiri memiliki fasilitas khusus yang berada di RSUD Hadjie Boejasin lama dan akan ditambah ke balai diklat jika temapat fasilitas khusus sudah penuh.

Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie mengungkapkan bahwa intervensi dilakukan pemprov tidak dalam kontek masuk pada wilayah di kabupaten atau kota yang memiliki otonomi sendiri, "Tetapi hanya kontek melakukan koordinasi ketika terjadi sesuatu, ada persoalan yang tidak tepat dan menjadi tanggung jawab bersama atau provinsi," ungkapnya.

Hasil monev, berterimakasih pemkab kota, yg telah melakukan upaya maksimal sehingga terjadi perubahan yg cukup signifikan, 

"Virus ini kita tidak tahu kapan berkahirnya vaksin belum ditemukan, larut dalam penanganan dan tidak memiliki target," ujarnya.


Ia mengatakan untuk skenario bulan Juni tracing dan tracking dari kasus konfirmasi Covid-19 yang akan mengakibatkan pelonjakan kasus yang signifikan,

"Sehingga bulan Juli akan melakukan skenario treatment dan setelah itu menurun dan hilang. Harapannya setelah bulan Agustus kurva dari kasus Covid-19 akan melandai dan mengalami penurunan," harap Haris.

Top